Pengoperasian dan Tindakan Pencegahan Analisis Karbon dan Sulfur
Analisis karbon dan sulfur adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur kandungan karbon dan sulfur dalam suatu zat. Saat menggunakan analisis karbon dan sulfur, Anda harus memperhatikan prosedur pengoperasian dan tindakan pencegahan tertentu untuk memastikan hasil pengujian yang akurat dan pengoperasian instrumen yang tepat.
I. Prosedur Pengoperasian
1. Persiapan Sampel
Giling sampel yang akan diuji menjadi bubuk dan timbang sejumlah yang sesuai ke dalam wadah sampel.
2. Debugging Instrumen
Nyalakan analisis karbon dan sulfur dan lakukan debugging sesuai dengan manual instrumen. Selama debugging, periksa apakah instrumen beroperasi dengan benar dan kalibrasi titik nol.
3. Pengujian Sampel
Letakkan wadah sampel ke dalam analisis karbon dan sulfur dan operasikan sesuai dengan manual instrumen. Selama pengujian, catat data pengujian dan pastikan keakuratan hasil pengujian.
4. Pemrosesan Data
Masukkan data pengujian ke dalam komputer atau lakukan perhitungan manual untuk menentukan kandungan karbon dan sulfur dalam sampel.
II. Tindakan Pencegahan
1. Penggantian Larutan Penyerap Sulfur
Larutan penyerap sulfur hanya boleh diganti di bawah aliran oksigen untuk mencegah bahaya.
2. Urutan Pengukuran Gabungan Karbon dan Sulfur
Analisis karbon dan sulfur menggunakan sistem pengukuran gabungan karbon dan sulfur. Selama titrasi, penyerapan sulfur dioksida dilakukan terlebih dahulu, diikuti oleh penyerapan karbon dioksida. Selama titrasi, karbon harus dititrasi terlebih dahulu. Bagian atas cangkir penyerapan harus tetap berwarna biru untuk mencegah hilangnya karbon. Sulfur harus dititrasi setelah karbon mencapai titik akhir. Tunggu sebentar di dekat titik akhir sulfur, lalu titrasi perlahan ke titik akhir untuk menghindari kelebihan dosis.
3. Lingkungan Laboratorium
Analisis karbon dan sulfur harus ditempatkan jauh dari gas korosif seperti asam dan basa, dan harus dilindungi dari debu dan getaran. Suhu laboratorium harus antara 10°C dan 30°C, dengan kelembaban kurang dari 75%.
4. Penanganan Penyerapan Balik
Setelah menganalisis sampel, sebagian buang larutan penyerapan sulfur dan isi kembali ke volume semula untuk mencegah penyerapan balik larutan penyerapan karbon. Jika penyerapan balik diamati, bilas secara menyeluruh dengan air suling. Jika tidak, pengukuran sulfur berikutnya akan menjadi tidak akurat dan dinilai terlalu rendah.
5. Penonaktifan Instrumen
Ikuti prosedur yang ditentukan saat mematikan instrumen. Mematikan daya secara langsung dapat mengakibatkan kehilangan data dan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.
![]()

